Jogja Fashion Week
October 7, 2009 at 5:50 am

Jogja Fashion Week
Bertempat di Pagelaran Kraton Yogyakarta, Selasa (4/8) malam, kegiatan Jogja Fashion Week tahun 2009 secara resmi dibuka Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan memencet tombol yang segera disambut dengan pemunculan logo Jogja Fashion berupa gunungan wayang dengan tulisan “Jogja Fashion Week 2009, Boedaja In Motion” ditengah gunungan wayang tersebut.
Sebelumnya, peresmian Jogja Fashion Week diawali dengan tarian Asmaradhana yang menggambarkan para gadis yang sedang bersolek. Setelah itu, ketua umum Jogja Fashion Week Gusti Pembayun melaporkan kegiatan Jogja Fashion Week yang akan digelar 4-9 Agustus 2009.
Gusti Pembayun dalam laporannya mengatakan Jogja Fashion Week akan diikuti lebih dari 60 peserta dari seluruh wilayah DIY serta 50 designer fashion yang ada di tanah air seperti dari Pekalongan, Klaten, Solo,Yogyakarta, Riau, dll.
“Kegiatan lain yang akan ditampilkan selama Jogja Fashion Week 2009 antara lain pameran kerajinan, lomba desain fashion, lomba blogger foto, lomba rias wajah serta carnaval mobil Jip serta sepeda antik,” ujar Pembayun.
Pembukaan Jogja Fashion Week 2009 ini juga diisi deklarasi “100% aku cinta produk Indonesia” yang dilakukan oleh puluhan komunitas lintas ilmu dan pekerjaan yang ada di Yogyakarta dan dipimpin Kepala Bank Indonesia Cabang Yogyakarta Cahyo Utomo. Dalam deklarasinya, mereka bertekad untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri pada setiap kesempatan yang ada. Selain itu mereka akan berusaha mendorong kemajuan produ-produk Indonesia sehingga bisa bersaing dengan produk dari luar negeri. Deklarator juga berjanji mengimplementasikan produk-produk dalam negeri dalam kehidupan sehari-hari.
Puluhan komunitas di DIY yang mengikuti deklarasi 100 % cinta produk Indonesia diikuti antara lain IDI, PHRI, Asita, asosiasi notaris, Kadin, persatuan masyarakat Tionghoa, dewan kebudayaan, BEM UGM dan OSIS SMA Stella Deuce dan masih banyak komunitas lain.
Dalam sambutannya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan karya kreatif pengrajin perlu dipromosikan lebih gencar ke luar negeri yang telah menjadi tujuan ekspor garmen dari Yogyakarta sehingga juga bisa mengangkat dinamika kebudayaan yang ada. Setiap ragam tenun mengandung akulturasi budaya yang memiliki nilai-nilai adi luhung yang pantas menjadi cermin hidup di masa kini. Sultan mempercayai produk-produk yang bisa diterima pasar global adalah produk lokal dengan sentuhan global.
”Kreasi generasi pendahulu sangat dipengaruhi budaya luar seperti China, Eropa, Arab, dll. Maka designer muda saat ini harus mampu mengangkat cita rasa masa lalu yang dipadu-padankan dengan tren global saat ini,” kata Sultan.
Acara pembukaan Jogja Fashion Week juga berisi peragaan busana bathik oleh 10 publik figure yang berasal dari beberapa walikota, kerabat kraton, istri tokoh masyarakat, istri seniman ternama serta pemimpin bank.
source : jogjanews.com



